Gaya Arsitektur Rumah Minimalis

Gaya arsitektur minimalis mulai dikenal pada 1920 silam. Pada awalnya, gaya ini muncul sebagai salah satu bentuk protes terhadap beberapa aliran arsitektur terdahulu yang dianggap boros dari sisi biaya, penggunaan material, waktu pengerjaan, penggunaan ruang, maupun perawatan.

Seperti yang dilansir dari situs komunitas arsitek di Indonesia, konsep minimalis mengutamakan fungsi penggunaan bahan bangunan dan aksesori secara lebih maksimal, serta menghindari pemakaian ornamen secara berlebihan—dikenal dengan istilah “ornament is a crime”.

Bentuk ruang yang dianggap paling fungsional dan efisien untuk aktivitas adalah kotak atau persegi panjang yang menghasilkan ekspresi fasad bangunan berbentuk kubisme (box).

Bangunan juga ditampilkan dengan sederhana sesuai fungsi dan penggunaan material diekspos apa adanya. Para penganut gaya minimalis percaya bahwa keindahan sebuah bangunan akan lahir sendiri dari kesederhanaannya atau “less is more”.

Berikut ciri gaya minimalis pada interior rumah:

  • Seluruh ruang di dalam rumah lebih terbuka dan minim penyekat atau pembatas.
  • Menonjolkan kesan simpel dan apa adanya namun tetap menarik.
  • Pola ruangan hanya berbentuk kotak atau persegi.
  • Pada ceiling, konsepnya hanya dibiarkan polos tanpa ada drop ceiling.
  • Penggunaan ruang lebih optimal tanpa adanya sekat
  • Ornamen interior seperti cornice (frame jendela) dan ukiran tidak diterapkan.
  • Untuk dekorasi, penempatan furnitur terlihat lebih tegas, polos, dan tidak ada ukiran/ pahatan.

 

March 28, 2018

0 responses on "Gaya Arsitektur Rumah Minimalis"

Leave a Message

Your email address will not be published. Required fields are marked *